
Entah kenapa, dari dulu, gue adalah penggemar film perang. Perang memang tidak berprikemanusiaan. Tetapi dari situlah kita sebenarnya bisa melihat sisi-sisi kemanusiaan yang tersembunyi dalam kekejaman perang.
Banyak judul2 film perang yang jadi favorit gue dengan beragam tema. Setelah berkenalan dengan film Korea, gue langsung punya tiga film perang favorit. Salah satunya adalah Heaven’s Soldiers ini.
Bagi Korea Selatan, mereka sampai sekarang masih berada di bawah ancaman perang karena keterpisahannya dengan Korea Utara dan kemauan untuk ’rujuk’ kembali nyatanya tak mudah di wujudkan. Bagi insan perfilman disana, tema Selatan-Utara ini jadi salah satu tema favorit mereka untuk di garap sebagai satu film.
Sebelum nonton Heaven’s Soldiers, gue pernah nonton Welcome to Dongmakgol yang juga bercerita tentang Utara-Selatan yang ’terpaksa’ bekerjasama demi mempertahankan satu kebangsaan mereka. Tetapi, Heaven’s Soldiers ini terasa lebih kepada penggabungan unsur fiktif yang kental, sejarah dan kebanggaan terhadap pahlawan bangsa, serta teknologi yang terlalu canggih.
Cerita dimulai dari rencana Utara yang mau ’nyolong start’ perang duluan dengan menculik salah satu ilmuwan dari Selatan (ilmuwan perempuan ini diperankan oleh Kong Hyo Jin) untuk membantu mereka soal senjata pemusnah massal yang sudah mereka rakit dan mereka simpan. Sebelum sempat sampai ke Utara, prajurit dari Selatan memergoki mereka di atas perahu kecil di tengah sungai di DMZ (Demiliterized Zone). Keadaan mendesak itu membuat prajurit dari Selatan bernama Park Jeong Woo (diperankan oleh Hwang Jung Min) berada dalam satu perahu bersama ilmuwan, serta seorang tentara dari utara bernama Kang Min Gil (diperankan oleh Kim Seung Woo). Sebelum Park Jeong Woo sempat membebaskan ilmuwan itu dari sekapan tentara utara, sebuah comet misterius melintas di atas langit. Siapa yang menyangka, comet misterius itu membawa mereka ke dimensi waktu ratusan tahun yang lalu.
Kedua prajurit dari Utara dan Selatan masih saling ’nyolot2an’ ketika mereka menyadari bahwa mereka terdampar di masa lampau. Sampai ketika mereka bertemu dengan seorang laki-laki muda yang ’biasa’ aja (diperankan oleh Park Joong Hoon). Jeong Woo dan Min Gil akhirnya mengenali lelaki itu sebagai salah satu pahlawan Korea ketika ia masih muda. Dengan bantuan kedua prajurit ini, laki2 biasa ini berubah menjadi seorang panglima perang yang luar biasa.
Ancaman perang kemudian datang dari bangsa Mongol. Panglima ini dan kedua anak buahnya dari masa depan, mulai menyusun strategi. Sementara ilmuwan wanita yang juga terjebak di masa lalu ini berhasil menemukan cara untuk kembali ke masa yang seharusnya.
No comments:
Post a Comment